Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
082225501174
082225501174
082225501174

MENGENAL LEBIH DEKAT PERAYAAN MAULID NABI

Sabtu, Desember 19th 2015.

MENGENAL LEBIH DEKAT PERAYAAN MAULID NABI

kerusakan maulidLihatlah, siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali …?

Apakah orang-orang shalihin..?

Apakah generasi Salaf yang diridhai??
————————

Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah Muhammad Aman al-Jami rahimahullah berkata,

“Apabila kita merujuk kepada sejarah — sebatas ilmuku — ; perayaan pertama yang terjadi adalah dengan nama Maulid Nabi. Kemudian diikuti dengan nama Maulid ‘Ali bin Abi Thalib, kemudian maulid Fathimah – radhiyallahu ‘anhuma – kemudian maulid al-Hasan dan al-Husein radhiyallahu ‘anhuma, kemudian maulid untuk para khalifah yang ada ketika itu. 6 (enam) perayaan.

Kapan terjadi ini?

Pada masa Bani Fathimiyyin – yang lebih tepat mereka adalah Bani Ubaidiyyin – . Mereka (Ubadiyyun) adalah orang-orang yang hendak mengangkat diri mereka dan mengklaim bahwa diri mereka adalah Fathimiyyin, nisbah kepada Fathimah az-Zahra’. Mereka hendak menetapkan nasab palsu dan dibuat-buat itu kepada Ahlul Bait.

Di antara bentuk kepalsuaannya adalah mereka membuat perayaan-perayaan tersebut setiap tahun. Mereka merayakan 6 perayaan/hari besar tersebut, sebagai bentuk pengagungan dari mereka terhadap Ahlul Bait. Karena mereka faktanya bukanlah termasuk Ahlul Bait. Mereka menisbahkan diri dan berusaha menetapkan nasab tersebut.

 

SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN PERINGATAN MAULID NABI ?

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al’Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al-Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H.  Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al-Bidayah wa an-Nihayah 11/172).

Demikian pula yang dinyatakan oleh Al-Miqrizi dalam kitabnya Al-Mawaa’izh wa al-I’tibar 1/490.

Asy-Syaikh Ali Mahfuzh berkata:
“Di antara pakar sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi ialah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H. Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu:

  • maulid Nabi ﷺ
  • maulid Imam Ali radhiyallahu ‘anhu
  • maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra
  • maulid Al-Hasan
  • maulid Al-Husein
  • maulid raja yang sedang berkuasa.

Perayaan-perayaan tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, hingga akhirnya dilarang pada masa Raja Al Afdhal bin Amirul Juyusy.

Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al-Ibda’ Fi Mazhahir al-Ibtida’ , hal. 126)

HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

Lihatlah, siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali…. Apakah orang-orang shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
————————

Asy-Syaikh ‘Abdul Qadir al-Junaid berkata,

قال التزمنتي الشافعي عن المولد: هذا الفعل لم يقع في الصدر الأول من السلف الصالح مع تعظيمهم وحبهم له إعظاما ومحبة لا يبلغ جمعنا الواحد منهم.

At-Tazmanti asy-Syafi’i rahimahullah berkata tentang Maulid, “Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh generasi pertama as-Salafush Shalih. Padahal pengagungan dan kecintaan mereka terhadap beliau (Rasulullah) merupakan pengagungan dan kecintaan yang sangat besar, kita semua tidak bisa mencapai seperti pengagungan dan kecintaan salah seorang di antara mereka (terhadap Rasulullah).”

قال المؤرخون : أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية. وقد قال عنهم المؤرخ الذهبي: قلبوا الإسلام،وأعلنوا الرفض،وأبطنوا مذهب الإسماعيلية

Para ‘ulama ahli sejarah mengatakan, “Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah.”

Seorang ‘ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang mereka, “Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma’iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi’ah, pen).”

قال المؤرخون:أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية وقال عنهم القاضي عياض: أجمع العلماء بالقيروان أن حال بني عبيد حال المرتدين والزنادقة

Para ‘ulama ahli sejarah mengatakan, “Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah.”

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata tentang mereka, “Para ‘ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani ‘Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ

BENARKAH YANG MERAYAKAN ‘MAULID NABI’ PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?!

Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa’id al-Muzhaffar Penguasa Irbil, wafat tahun 184 H!!

Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab,

Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah.

Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan ‘Maulid Nabi’ adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 – 567 H.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para pakar sejarah. Di antaranya oleh Taqiyyuddin al-Miqrizi, dalam kitabnya yang berjudul “al-Mawa’izh wa al-i’tibar bi Dzikri al-Khuthath wa al-Aatsaar“. Pada 1/490, al-Miqrizi mengatakan, “Para Khalifah Dinasti Fathimiyyah memiliki banyak hari raya dan peringatan sepanjang tahun. Yaitu :

  1. Peringatan Awal Tahun,
  2. Hari Asyura
  3. Maulid Nabi — shallallahu alaihi wa sallam —
  4. Maulid Ali bin Abi Thalib
  5. Maulid al-Hasan
  6. Maulid al-Husein
  7. Maulid Fathimah az-Zahra
  8. Maulid Khalifah yang sedang berkuasa
  9. Malam awal Rajab
  10. Malam Nishfu Rajab
  11. Malam awal Sya’ban
  12. Malam Nishfu Sya’ban
    ….. dst.” demikian keterangan dari al-Miqrizi

Jadi, Perayaan Maulid Nabi yang pertama kali mengadakan adalah Dinasti Ubaidiyyah.

Tahukah Anda siapakah Bani/Dinasti Ubaidiyyah (yang menamakan diri sebagai Dinasti Fathimiyyah) ini?

  • Mereka adalah berpaham Syi’ah Rafidhah.
  • Mereka telah mencela para nabi
  • Mencela dan benci terhadap para shahabat
  • Mencela para salaf.

Seorang ‘ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang Daulah Ubaidiyyah,
“Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma’iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi’ah, pen).”
Al-Qadhi ‘Iyadh berkata tentang Daulah Ubaidiyyah,
“Para ‘ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani ‘Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ.”

Bid’ahnya Perayaan Maulid Nabi
(BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi)

Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :

Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah dengan

  • menaati beliau,
  • menjalankan perintah beliau,
  • menjauhi larangan beliau, dan
  • mencintai beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Pengagungan terhadap beliau bukanlah dengan amalan-amalan bid’ah, khurafat, dan kemaksiatan. Dan perayaan maulid (hari kelahiran, pen) masuk ke dalam bagian yang tercela ini, karena termasuk kemaksiatan.

Manusia yang paling kuat sikap pengagungannya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– adalah para sahabat –radhiyallahu ‘anhum-.

Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy:
“Wahai sekalian kaum! Demi Allah, aku pernah berjumpa dengan kisra, kaisar, dan juga raja-raja yang lainnya, akan tetapi aku tidak pernah melihat seorang raja diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana Muhammad –shallallahu ‘alihi wa sallam– diagungkan oleh para sahabatnya. Demi Allah, mereka tidak berani mengangkat pandangan mereka ke arahnya sebagai bentuk pengagungan terhadap dirinya.”

Bersamaan dengan kuatnya sikap pengagungan para sahabat yang seperti ini, mereka tidak pernah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai hari ‘id dan perayaan. Kalau seandainya hal itu disyariatkan, tentu mereka tidak akan meninggalkannya.

Bid’ahnya Perayaan Maulid Nabi (bag 2)
(BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi)

Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :

Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.

Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Keterangan yang telah pasti dari Rasul – shallallahu ‘alaihi wa sallam – adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid’ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.

Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (al-An’am: 116)

Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid’ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid’ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.

Di antara para ulama yang mengingkari perayaan bid’ah ini

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab “Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim”,
  • al-Imam asy-Syathiby di kitab “al-I’thisham”, Ibnu al-Hajj di “al-Madkhal”,
  • asy-Syaikh Tajuddin ‘Ali bin ‘Umar al-Lakhmy menulis pengingkaran beliau pada satu kitab tersendiri,
  • asy-Syaikh Muhammad Basyir as-Sahsuwany al-Hindy di kitab beliau “Shiyanat al-Insan”,
  • asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh menulis sebuah risalah tersendiri pula,
  • Samahatu asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz,

dan yang selain mereka dari para ulama yang tak henti-hentinya menulis pengingkaran terhadap bid’ah ini setiap tahunnya di berbagai surat kabar dan majalah pada waktu dilakukannya perayaan bid’ah ini.

••••••••••••
Majmu’ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

Incoming search terms:

  • hadits shahih tentang maulid nabi

Kumpulan Kisah Malaikat

Rp 9.600
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePAM02
Nama BarangKumpulan Kisah Malaikat
Harga Rp 9.600
Lihat Detail »

Majalah Tashfiyah Edisi 53 " Pendid

Rp 10.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTSF53
Nama BarangMajalah Tashfiyah Edisi 53 ” Pendidikan Anak, Antara anugrah dan Amanah”
Harga Rp 10.000
Lihat Detail »

Tata Busana Wanita Shalihah ; Bagam

Rp 26.400
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAT055
Nama BarangTata Busana Wanita Shalihah ; Bagamina Busana Para Istri dan Para Shahabiyah?
Harga Rp 26.400
Lihat Detail »

Fitnah Memandang Laki-laki

Rp 5.200
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAQM01
Nama BarangFitnah Memandang Laki-laki
Harga Rp 5.200
Lihat Detail »

Majalah Qudwah edisi 17 :Tanamkan K

Rp 12.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQDW17
Nama BarangMajalah Qudwah edisi 17 :Tanamkan Keberanian
Harga Rp 12.000
Lihat Detail »

Fatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagia

Rp 11.200
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQBL02
Nama BarangFatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagian 2
Harga Rp 11.200
Lihat Detail »

Majalah Qudwah edisi 23/1436-2014 :

Rp 12.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQUD23
Nama BarangMajalah Qudwah edisi 23/1436-2014 : Rekam Jejak Agama Ibnu Saba’
Harga Rp 12.000
Lihat Detail »

Menjalin Ukhuwah di atas Manhaj Nub

Rp 25.600
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeQS02
Nama BarangMenjalin Ukhuwah di atas Manhaj Nubuwwah
Harga Rp 25.600
Lihat Detail »

Pengunjung

RADIO ISLAM INDONESIA

Cek Resi Disini


Arsip

Ulama Ahlussunnah

Keranjang>>
082225501174
082225501174
082225501174
banner