Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
082225501174
082225501174
082225501174

MEMBONGKAR KEDOK JAMA’AH TABLIGH

Sabtu, Desember 19th 2015.

Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

kedok jtPendiri Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh didirikan oleh seorang Sufi dari tarekat Jisytiyah yang berakidah Maturidiyah [1] dan bermazhab fikih Hanafi. Ia bernama Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il al-Hanafi ad-Diyubandi al-Jisyti al-Kandahlawi kemudian ad-Dihlawi.

Al-Kandahlawi adalah nisbat kepada Kandahlah, sebuah desa yang terletak di daerah Sahranfur. Adapun ad-Dihlawi adalah nisbat kepada Dihli (New Delhi, -red.), ibukota India. Di tempat dan negara inilah, markas gerakan Jamaah Tabligh berada. Adapun ad-Diyubandi adalah nisbat kepada Diyuband, yaitu madrasah terbesar bagi penganut mazhab Hanafi di Semenanjung India. Sementara itu, al-Jisyti adalah nisbat kepada tarekat al-Jisytiyah, yang didirikan oleh Mu’inuddin al-Jisyti.

Muhammad Ilyas dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada 11 Rajab 1363 H. (Bis Bri Musliman, hlm. 583, Sawanih Muhammad Yusuf, hlm. 144—146, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hlm. 2)

Latar Belakang Berdirinya Jamaah Tabligh

Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan memakai nama-nama mereka, dan tidak ada lagi keislaman yang tersisa selain hanya nama dan keturunan, serta kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia kepada syaikhnya dan syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad al-Kanhuhi dan Asyraf Ali at-Tahanawi untuk membicarakan masalah ini. Ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyah Haulal Jama’ah at-Tablighiyah, hlm. 7—8, dinukil dari kitab Jama’atut Tabligh Aqa’iduha wa Ta’rifuha, karya Sayid Thaliburrahman, hlm. 19)

Adalah hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyin (para pengikut jamaah tabligh, -red.) bahwa Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 3)
Markas Jamaah Tabligh

Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dhaka (Banglades).  Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizib (rajah) yang berisikan surat al-Falaq dan an-Nas, nama Allah subhanahu wa ta’ala yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti. [2] ( Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 14)

Yang lebih mengenaskan, masjid mereka di kota Delhi yang menjadi markas mereka, di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang saleh mereka sebagai masjid. Padahal Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, bahkan mengabarkan bahwa mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. (al-Qaulul Baligh fit Tahdziri min Jama’atit Tabligh, karya asy-Syaikh Hamud at-Tuwaijiri, hlm. 12)

Asas dan Landasan Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat teguh mereka pegang, bahkan cenderung berlebihan. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagai berikut.

Sifat Pertama:
Merealisasikan Kalimat Thayibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Kritik: Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang Dzat Allah, bahwa Dialah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, Maha Mendatangkan mudarat dan manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan”. Kebanyakan pembicaraan mereka tentang tauhid hanya berkisar pada tauhid rububiyah ini. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 4)

Padahal makna Laa Ilaha Illallah sebagaimana diterangkan para ulama adalah “Tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah.” (Fathul Majid, karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan alusy Syaikh, hlm. 52—55)

Adapun makna merealisasikannya adalah merealisasikan tiga jenis tauhid; uluhiyah, rububiyah, dan asma wash shifat (al-Quthbiyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, karya Abu Ibrahim Ibnu Sulthan al-‘Adnani, hlm. 10).

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan juga menyatakan, “Merealisasikan tauhid artinya membersihkan dan memurnikan tauhid (dengan tiga jenisnya, –pen.) dari kesyirikan, bid’ah, dan kemaksiatan.” (Fathul Majid, hlm. 75)

Oleh karena itu, asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad ad-Dihlawi mengatakan bahwa di antara ciri khas Jamaah Tabligh dan para pemukanya adalah apa yang sering dikenal dari mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang mengikrarkan tauhid. Namun, tauhid mereka tidak lebih dari tauhid kaum musyrikin Quraisy Makkah, yaitu hanya berkisar pada tauhid rububiyah saja, serta kental dengan warna-warna tasawuf dan filsafat. Adapun tauhid uluhiyah dan ibadah, mereka sangat kosong dari itu. Bahkan, dalam hal ini, mereka termasuk golongan orang-orang musyrik. Untuk tauhid asma wash shifat, mereka berada dalam lingkaran Asya’irah dan Maturidiyah, kepada Maturidiyah mereka lebih dekat. (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyah Haulal Jama’ah at-Tablighiyah, hlm. 46)

Sifat Kedua:

Shalat dengan Penuh Kekhusyukan dan Rendah Diri

Kritik: Asy-Syaikh Hasan Janahi berkata, “Demikianlah perhatian mereka pada shalat dan kekhusyukannya. Akan tetapi, di sisi lain mereka sangat buta tentang rukun-rukun shalat, kewajibankewajibannya, sunnah-sunnahnya, hukum sujud sahwi, dan perkara fikih lainnya yang berhubungan dengan shalat dan thaharah (bersuci). Tablighi (pengikut Jamaah Tabligh, –red.) tidak mengetahui hal-hal tersebut kecuali hanya segelintir orang dari mereka.”
(Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an-Tushahhah, hlm. 5—6)

Bersambung In Sya Allah…
Sumber : Majalah Asy Syariah Edisi 007

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy



[1] Para pengikut Abu Manshur al-Maturidi yang menafikan (menolak) sebagian nama dan sifat Allahsubhanahu wa ta’ala. Mereka membatasi sifat Allah subhanahu wa ta’ala hanya tiga belas. (ed)

[2] Hal semacam ini sangat dilarang dalam agama menurut kesepakatan ulama. Memang, terdapat perbedaan pendapat jika tamimah atau ‘rajah’ tersebut dibuat hanya dari ayat al-Qur’an. Namun, yang kuat, hal ini tetap tidak diperbolehkan menurut banyak sahabat dan ulama yang setelah mereka. (- red.)

Perang Badar

Rp 9.600
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeHAS21
Nama BarangPerang Badar
Harga Rp 9.600
Lihat Detail »

Majalah Tashfiyah edisi 32 1435 H /

Rp 10.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTSF32
Nama BarangMajalah Tashfiyah edisi 32 1435 H / 2013 ; VIRUS HAM (Hak Asasi Manusia)
Harga Rp 10.000
Lihat Detail »

Bunayya Mari Membaca Jilid 9

Rp 4.400
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGHR33
Nama BarangBunayya Mari Membaca Jilid 9
Harga Rp 4.400
Lihat Detail »

KAIDAH-KAIDAH SALAFIYYAH & Nasehat-

Rp 13.600
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDIA12
Nama BarangKAIDAH-KAIDAH SALAFIYYAH & Nasehat-nasehat yang Mengarahkan sebagai Jalan Keluar dari Fitnah-fitnah Hizbiyyah
Harga Rp 13.600
Lihat Detail »

Bahasa Arab Dasar untuk Madrasah Ib

Rp 28.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAT093
Nama BarangBahasa Arab Dasar untuk Madrasah Ibtidaiyyah Kelas 5
Harga Rp 28.000
Lihat Detail »

Majalah Fawaid edisi 11: Asuransi d

Rp 12.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeFWD11
Nama BarangMajalah Fawaid edisi 11: Asuransi dalam Pandangan Syariat Islam
Harga Rp 12.000
Lihat Detail »

Belajar Mudah Menulis Khoth Riq'ah

Rp 17.500
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePNH06
Nama BarangBelajar Mudah Menulis Khoth Riq’ah
Harga Rp 17.500
Lihat Detail »

Sudah Benarkah Aqidahmu Wahai Sauda

Rp 7.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082225501174
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGHR23
Nama BarangSudah Benarkah Aqidahmu Wahai Saudaraku..
Harga Rp 7.000
Lihat Detail »

Pengunjung

RADIO ISLAM INDONESIA

Cek Resi Disini


Arsip

Ulama Ahlussunnah

Keranjang>>
082225501174
082225501174
082225501174
banner